Terakhir, Demokrat kubu Moeldoko menuding mantan Presiden RI yang ke-6 Susilo Bambang Yudoyono Anti Demokrasi. Mantan Ketua Umum demokrat itu dicap sudah mengingkari semangat dan nilai-nilai luhur demokrasi, apalagi demokrat terbentuk pasca krisis 1998 yang membuat era reformasi terlahir.
"Tidak ada satupun sahabat SBY yang mau membela otokrasi dan Keluargaisme SBY di Demokrat," kata juru bicara Demokrat kubu Moeldoko, M Rahmad, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3).
|Baca Juga: Rugi Main Saham, Pria di Jakarta Bunuh Diri
Kubu moeldoko menuding Kubu yang membela SBY dan AHY adalah orang-orang yang anti demokrasi dan tak paham akan sejarah partai berlambang mercy tersebut.
Jubir Demokrat Kubu Moeldoko menyampaikan, bahwa kebijakan demokrat hanya dipegang oleh keluarga cikeas. AD/ART Partai menurutnya telah dirubah pada kongres V Partai Demokrat 2020 lalu. Kewenangan menentukan kebijakan strategis partai seperti penentuan Calon Presiden-Wakil Presiden, Pimpinann MPR, Caleg, dan koali antar partai sepenunya menjadi kewenangan Majelis tinggi Partai demokrat yang dimpin oleh SBY. Hal tersebut diatur dalam pasal 17 ayat (6) AD/ART Demokrat.
"SBY penguasa tunggal dalam Demokrat. Katanya pejuang demokrasi, kok arahnya otokrasi dan otoriterian?" tudingnya.
M Rahmad mencibir bahwa apa yang terjadi di AD/ART tersebut sudah disiapkan sedemikian rupa agar keluarga Cikeas tetap kokoh menggegam demokrat. Sehingga menurutnya AD/ART sangat-sangat tidak demokratis.
(Made/Red)